Sehubungan dengan kendala teknis di panselnas, batas akhir pendaftaran diperpanjang hingga waktu yang ditentukan oleh kementerian PAN&RB, klik di sini !   |   Penelitian dan Pengelolaan Perangkat Nuklir, PSTA - BATAN Yogyakarta, 9 September 2014, info lengkap klik di sini Template penulisan makalah P3N 2014!   |   SEMINAR NASIONAL X SDM TEKNOLOGI NUKLIR, 10 September 2014 Tema: UPAYA MENINGKATKAN DERAJAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN, info lengkap klik di sini Template penulisan makalah!   |   Seminar Nasional Teknologi dan Aplikasi Reaktor Nuklir, Serpong 24 September 2014, info lengkap klik di sini!   |   Seminar Nasional & Workshop Teknologi Pengelolaan Limbah XII, Serpong, 30 September - 01 Oktober 2014, info lengkap klik di sini!   |   Pertemuan Ilmiah Tahunan Radioisotop, Radiofarmaka, Siklotron dan Kedokteran Nuklir 2014, Semarang, 10 Oktober 2014, info lengkap klik di sini!   |   International Scientific Week on Science and Technology on Advanced Materials 2014 : 12 - 17 October 2014, info lengkap klik di sini!   |   Seminar Nasional Teknologi dan Aplikasi Akselerator 2014, PSTA - BATAN Yogyakarta, 14 Oktober 2014, info lengkap klik di sini download Template penulisan makalah Seminar Nasional Teknologi dan Aplikasi Akselerator 2014.   |   Seminar Nasional Geologi Nuklir dan Sumber Daya Tambang Tahun 2014, Jakarta 12 November 2014, info lengkap klik di sini Template download!   |   Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Fungsional Pengembangan Teknologi Nuklir IX, Jakarta 5 November 2014, info lengkap klik di sini!
GLOSARIUM
Glosarium - BATAN

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Ensiklopedi Glosarium Atom Indonesia
A-Z indeks

A : A : Lambang nomor massa.

ablator : ablator : Selapis materi pelet yang oleh absorpsi berkas energi diubah menjadi plasma yang bergerak ke arah luar secara radial. Momentum gerak ini menimbulkan energi reaksi yang menyebabkan implosi sisa materi pelet.

abnormal exposure conditions : kondisi paparan abnormal : Keadaan sumber radiasi atau radiasi yang tidak terawasi.

A-bomb : Bom-A : bom atom.

absorbance, A, or optical density : absorbansi, A, atau densitas optik : Logaritma kebalikan transmitansi, t, dari medium penyerap cahaya dalam densitometri atau spektrofotometri,

       

t   =  I/I0

I0   =  densitas fluks cahaya tiba

I   =  densitas fluks cahaya yang ditransmisikan

        Contoh: A = 1,0 berarti 10% cahaya tiba ditransmisikan, A = 2,0 berarti 1% yang ditransmisikan. Apabila besaran ini diukur pada suatu nilai panjang gelombang, l, disebut absorbansi spektral, Al, atau densitas optik spektral.

absorbed dose : dosis terserap : Jumlah energi radiasi () yang diserap oleh tiap satuan massa bahan (dm) dan dinyatakan oleh:

       

        Satuan: J.kg-1 = gray (Gy).

        Satuan khusus: rad = 10-2 J.kg-1.

absorbed dose index (dose equivalent index) : indeks dosis terserap (indeks dosis ekivalen) : Dosis terserap maksimum (atau dosis ekivalen) pada titik pusat bulatan beradius 30 cm yang terdiri dari bahan setara tisu dengan densitas 1 g.cm-3.

absorbed dose rate : laju dosis terserap : Jumlah energi radiasi (dD) terserap tiap satuan waktu (dt),

         

Satuan: J.kg-1.s-1

absorber : absorber : Bahan yang menyerap atau mengurangi intensitas radiasi pengion. Penyerap neutron, misal boron, hafnium dan kadmium, digunakan sebagai batang kendali dalam reaktor. Beton dan baja menyerap sinar gamma dan neutron di reaktor. Selembar tipis kertas atau logam menyerap atau mengatenuasi partikel alfa, dan semua partikel beta kecuali yang berenergi sangat tinggi. (Lihat moderator; poison.)

absorber, burnable : absorber dapat-bakar : Materi yang mempunyai tanpang lintang serapan cukup besar, berfungsi untuk menyerap neutron dalam peristiwa reaksi inti. Materi ini digunakan untuk mengendalikan populasi neutron.

absorber, fixed : absorber terpasang tetap : Penyerap neutron dalam bentuk bahan padat terpasang pada bejana proses, komponen reaktor, atau piranti eksperimen, misal cincin kaca borosilikat (Pyrex) dalam tangki penyimpan air, untuk mengurangi reaktivitas atau mencegah kritikalitas.

absorber, homogeneous : absorber homogen : Penyerap neutron berbentuk larutan atau campuran padu.

absorber, neutron : absorber neutron : Bahan yang berinteraksi dengan neutron terutama melalui reaksi, dan mengubahnya menjadi partikel bebas dengan atau tanpa menghasilkan neutron lain.

absorber, semi-infinite : absorber semi-infinit : Penyerap yang tebalnya lebih besar dari pada jarak tembus radiasi dan dimensi lateralnya jauh lebih besar dari pada medan radiasi.

absorbing event : peristiwa absorpsi : Interaksi radiasi dengan bahan, misal hamburan elastik dan inelastik, absorpsi fotolistrik, efek Compton atau produksi pasangan, yang mengakibatkan energi radiasi dipindahkan ke bahan.

absorption : absorpsi : Transfer energi dari radiasi ke bahan.

absorption coefficient : koefisien absorpsi : Fraksi radiasi yang diserap pada saat melewati lapisan tipis bahan setebal Dx, dinyatakan dengan simbol . Dinyatakan dalam satuan panjang, massa per satuan luas, mole per satuan luas, atom per satuan luas berturut-turut disebut koefisien absorpsi -linear, -massa, -molar, dan -atom.

absorption curve : kurva absorpsi : Gambar besaran radiasi terserap (misal densitas fluks energi) sebagai fungsi jarak yang ditempuh radiasi dalam absorber.

abundance ratio : rasio kelimpahan : Perbandingan antara jumlah atom suatu isotop dengan jumlah atom isotop lain dari unsur yang sama dalam suatu sampel.

abundance, isotopic : kelimpahan isotop : Jumlah relatif atom suatu isotop dalam campuran isotop suatu unsur dinyatakan sebagai fraksi dari semua atom unsur tersebut.

abundance, natural : kelimpahan alam : Kelimpahan isotop suatu unsur yang terdapat di alam.

accelerator : akselerator : Piranti untuk meningkatkan kecepatan dan energi partikel elementer bermuatan, misal elektron atau proton, dengan pengaruh gaya listrik dan atau magnet. Akselerator dapat menyebabkan partikel bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Jenis akselerator misal betatron, akselerator Cockcroft-Walton, siklotron, akselerator linear, sinkrosiklotron, sinkrotron, dan generator Van de Graaff.

acceptable limits : limit akseptabel : Batasan yang dapat diterima oleh badan pengawas.

access authorization (regulatory) : autorisasi akses (regulatori) : Ketentuan administratif bahwa seseorang diizinkan memperoleh informasi sekuriti. Dapat berarti juga autorisasi untuk memasuki daerah penting atau yang dikontrol.

accident : kecelakaan : Setiap kejadian yang tak direncanakan, termasuk kesalahan operasi, kerusakan ataupun kegagalan fungsi alat yang menjurus timbulnya dampak radiasi atau kondisi paparan radiasi yang melampaui batas keselamatan.

accident condition : kondisi kecelakaan : Penyim-pangan nyata dari kondisi operasi standar, diharapkan tidak sering terjadi, dapat menyebabkan terlepasnya sejumlah bahan radioaktif melebihi batas yang dapat diterima, disebabkan oleh sistem keselamatan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

accident management and severe accident management : manajemen kecelakaan dan manajemen kecelakaan parah : Tindakan yang diambil oleh operator dan tenaga teknis instalasi selama berlangsungnya kecelakaan untuk:

(1)   mencegah kerusakan teras,

(2)   memberhentikan proses kerusakan teras, apabila hal itu sudah terjadi, dan menjaga teras tetap berada di dalam bejana reaktor,

(3)   mempertahankan keutuhan pengung-kung selama mungkin,

(4)   meminimumkan akibat penyebaran bahan radioaktif ke lingkungan,

        Tiga hal terakhir menyangkut kecelakaan parah.

        Tujuan akhir manajemen kecelakaan adalah mencapai keadaan stabil, artinya pengambilan panas peluruhan dapat terjamin untuk jangka waktu yang panjang.

accident management programme : program manajemen kecelakaan : Rencana dan tindakan yang dilakukan operator dan tenaga teknis untuk menjamin bahwa personel yang diberi tanggung jawab untuk mengelola kecelakaan telah benar-benar dipersiapkan untuk melaksanakan tindakan yang efektif di lapangan untuk mencegah atau membatasi konsekuensi kecelakaan parah.

accident, design basis (DBA) : kecelakaan dasar desain : Hipotetis kecelakaan berdasarkan analisis tapak yang diperkirakan masih dapat ditahan oleh rancangan suatu fasilitas nuklir yang apabila kecelakaan tersebut terjadi tidak akan menimbulkan dampak atau paparan radiasi yang melampaui batas yang ditetapkan. Kecelakaan tersebut adalah kecelakaan terparah dari perkiraan skenario kecelakaan yang dapat terjadi pada fasilitas nuklir tersebut.

accountability : akuntabilitas : Laporan jumlah persediaan bahan nuklir dan pemindahannya melalui sistem pengukuran, pencatatan dan laporan.

accumulated occupational dose equivalent : dosis ekivalen kerja terakumulasi : Jumlah semua dosis ekivalen paparan radiasi pada seorang pekerja, termasuk dosis ekivalen yang dimonitor secara periodik dan dosis ekivalen pada saat tidak dimonitor.

actinides : aktinida : Unsur dengan nomor atom dari 90 sampai dengan 103. Kelompok unsur ini dinamakan demikian analog dengan kelompok unsur yang disebut lantanida.

        Catatan: Aktinium bukan bagian dari kelompok ini. Demikian juga lantanium bukan bagian dari kelompok lantanida.

actinium series : deret aktinium : Deret nuklida hasil peluruhan radioaktif uranium-235. Banyak nuklida buatan manusia meluruh menjadi nuklida dalam deret ini. Produk akhir deret ini dalam alam ialah timah hitam-207. (Lihat decay, radioactive; radioactive series.)

activation : aktivasi : Pembentukan radionuklida buatan melalui reaksi inti.

activation analysis : analisis aktivasi : Metode analisis kimia unsur secara kualitatif dan kuantitatif didasarkan pada identifikasi dan pengukuran radiasi karakteristik radionuklida yang terbentuk oleh iradiasi.

activation detector : detektor aktivasi : Detektor radiasi untuk menentukan densitas fluks partikel atau fluensi partikel dari radioaktivitas imbas yang disebabkan oleh iradiasi.

activation foil : foil aktivasi : Detektor aktivasi dalam bentuk foil.

active component : komponen aktif : Komponen sistem yang bekerjanya bergantung pada masukan dari luar komponen, misal gerakan mekanik atau catu daya, untuk mengaktifkan proses sistem yang bersangkutan.

active failure : gagal aktif : Operasi malfungsi atau operasi tak sengaja suatu komponen aktif.

activity, A : aktivitas, A : Bagian dari sejumlah nuklida radioaktif, N, yang mengalami transformasi nuklir spontan selama interval waktu tertentu, dt, dibagi interval waktu tersebut:

       

        Dalam sistem SI, satuan aktivitas ialah bequerel (Bq), satuan yang dipakai dahulu ialah curie (Ci).

activity concentration : konsentrasi aktivitas : Aktivitas bahan dibagi volumenya.

adiabatic compression : kompresi adiabatik : Proses penekanan dengan perubahan entropi yang dijaga seminimal mungkin dalam plasma tersungkup magnetik. Proses kompresinya lebih lambat dari pada frekuensi Alfven atau siklotron, tetapi lebih cepat dari pada waktu penyungkupan energi.

adiabatic invariant : invarian adiabatik : Parameter gerak partikel bermuatan dalam medan magnet yang tetap konstan bila variasi medan magnet dalam ruang dan waktu cukup lambat.

adjoint flux (adjoint of the neutron flux density) : fluks ajoin (ajoin densitas fluks neutron) : Penyelesaian persamaan transpor atau difusi ajoin neutron. Pada sistem yang berada dalam kondisi kritis, fluks ajoin sebanding dengan fungsi importansi.

advanced boiling water reactor : reaktor air didih maju : Reaktor air didih baru yang telah diperbaiki desainnya. (Lihat boiling water reactor.)

advanced fusion fuels : bahan bakar fusi maju : Bahan bakar fusi selain campuran deuterium dan tritium yang mempunyai keunggulan sebagai bahan bakar walaupun memerlukan persyaratan lebih untuk mencapai kondisi fusi.

advanced pressurized water reactor : reaktor air tekan maju : Reaktor air tekan baru yang telah diperbaiki desainnya. (Lihat pressurized reactor.)

advanced thermal reactor : reaktor termal maju : Reaktor konverter baru yang dirancang oleh Jepang. (Lihat converter reactor, breeder reactor.)

advantage factor (reactor engineering) : faktor keunggulan (rekayasa reaktor) : Rasio antara nilai kuantitas radiasi tertentu pada posisi terjadinya efek yang meningkat dan nilai kuantitas radiasi yang sama pada posisi acuan.

advection : adveksi : Perpindahan sejumlah massa oleh gerakan udara mendatar.

aerobic : aerobik : Kondisi kimia atau biologi dalam medium yang mengandung oksigen bebas, digunakan untuk menunjukkan keadaan di tempat penyimpanan limbah (repositori).

aerosol scan : sken aerosol : Citra yang dibuat menggunakan aerosol radioaktif yang diendapkan pada saluran pernafasan di paru-paru.

aftercooling : pendinginan-pasca : Pendinginan reaktor setelah reaksi berantai dihentikan.

afterheat : panas-pasca :

(1) Untuk reaktor yang dipadamkan, panas yang timbul dari radioaktivitas sisa dan pembelahan sisa;

(2) Untuk bahan bakar atau komponen reaktor setelah dikeluarkan dari dalam reaktor, panas yang timbul dari radioaktivitas sisa.

afterpower : daya-pasca : Dalam reaktor dihentikan, daya yang setara dengan panas-sisa.

age : umur :

(1)   Seperenam momen ruang-kedua ternormalisasi dari densitas fluks neutron pada energi E (umur fluks) atau densitas perlambatan neutron melewati energi E (umur perlambatan) dalam sumber neutron titik yang isotropik, yaitu:

         

t          =  umur

r          =  jarak radial dari titik sumber

f(E,r)  =  densitas fluks neutron atau densitas perlambatan.

(2)   Dapat berarti juga umur Fermi, apabila yang dipakai adalah Teori Umur Fermi. Untuk sumber energi tunggal dengan energi Eo, umur Fermi diberikan sebagai:

       

E   =  energi neutron

Df =  koefisien difusi untuk densitas fluks neutron

  =  penurunan energi logaritmik rerata

Ss    =  tampang lintang makroskopik hamburan neutron elastik.

aggregated albumin : albumin teragregasi : Albumin yang didenaturasi pada pH dan kondisi pemanasan tertentu untuk memperoleh partikel ukuran tertentu yang mudah hancur. Makroagregat albumin (MAA) berdiameter 25 - 50 mm digunakan untuk menyumbat kapiler arteriola untuk sementara waktu, misal pada pencitraan perfusi paru-paru. Mikroagregat berdiameter kurang dari 300 nm digunakan untuk pemeriksaan fungsi retikuloendotelial.

air sampling : sampling udara : Pengumpulan dan analisis sampel udara untuk mengukur radioaktivitasnya atau untuk mendeteksi zat radioaktif yang ada. (Lihat fallout.)

airborne radioactive material : materi radioaktif yang beterbangan : Materi radioaktif yang tersebar di udara dalam bentuk debu, asap, kabut, uap atau gas.

ALARA : ALARA : Singkatan ungkapan as low as reasonably achievable yaitu konsep dalam teknologi nuklir yang mempersyaratkan bahwa rancangan, penggunaan sumber radiasi dan kegiatan yang berhubungan dengannya haruslah sedemikian rupa sehingga paparan radiasi yang ditimbulkannya sekecil mungkin yang dapat dicapai dengan memperhatikan kelayakan teknis, ekonomi dan sosial.

albedo, neutron : neutron albedo : Probabilitas neutron, dalam kondisi tertentu, yang masuk ke suatu daerah melalui permukaan akan kembali melalui permukaan yang sama.

albumin microsphere : mikrosfer albumin : Mikrosfer albumin berdiameter 40 - 60 mm yang dibuat dalam minyak pada kondisi pemanasan dan pH tertentu, digunakan untuk menyumbat kapiler arteriola untuk sementara waktu.

Alfven wave : gelombang Alfven : Gelombang elektromagnetik pada plasma dalam medan magnetik yang mempunyai karakteristika bahwa gangguan magnetik melintang dan pergeseran plasma sepanjang magnetik latar bergerak dengan kecepatan fase yang mendekati kecepatan Alfven yaitu:

         (m/s)

B   =  kuat medan magnet (T)

mo  =  4 x 10-7 H/m

r   =  densitas massa plasma (kg/m3)

allobars : alobar : Bentuk unsur yang mempunyai berat atom berbeda karena komposisi isotopik yang berbeda.

alluvium : aluvium : Deposit permukaan pasir, kerikil, tanah liat atau bahan organik yang tidak menyatu.

alpha decay : peluruhan alfa : (Lihat decay, alpha.)

alpha particle, a : partikel alfa, a : Partikel bermuatan positif yang dipancarkan oleh beberapa unsur radioaktif. Partikel alfa, terdiri atas dua neutron terikat pada dua proton, jadi identik dengan inti atom helium. Partikel alfa ialah satu dari tiga jenis radiasi (alfa, beta, gamma), yang dipancarkan oleh zat radioaktif, yang penetrasinya paling kecil, yaitu yang dapat dihentikan oleh sehelai kertas. Partikel alfa tidak berbahaya bagi tanaman, hewan, atau manusia, kecuali bila zat pemancar alfa tersebut sudah masuk ke dalam tubuh. (Lihat decay, radioactive.)

alpha ratio : rasio alfa : Untuk nuklida fisil, rasio antara tampang lintang tangkapan radioaktif dan tampang lintang fisi.

alpha ray : sinar alfa : Berkas partikel alfa, sinonim partikel alfa.

alternative fusion concept : konsep fusi alternatif : Konsep fusi terkungkung magnetik selain tokamak dan cermin magnetik.

amber Perspex dose meter : dosimeter Perspex amber : (Lihat PMMA dose meter.)

ambipolar potential : potensial ambipolar : Potensial plasma yang timbul karena perbedaan ion positif dan laju lolos elektron yang merupakan kemampuan menghambat peningkatan lolos beberapa spesies.

amorphous : amorf : Zat padat yang tidak berbentuk kristal.

amplifier, laser fusion : penguat fusi laser : Alat untuk menaikkan intensitas sinar laser hingga mencapai tingkat yang dapat digu-nakan untuk menekan dan memanaskan target dalam penyungkup lembam.

anaerobic : anaerobik : Kondisi kimia dan biologi dalam medium tanpa oksigen bebas.

analysis, consequences : analisis  konsekuensi : Analisis keselamatan yang memperkirakan potensi dosis radiasi pada manusia, individual atau kolektif, dari zat radioaktif yang terlepas dari fasilitas nuklir, misal fasilitas penyimpanan limbah ke lingkungan berdasarkan skenario lepasan hipotetik.

analysis, cost-benefit : analisis biaya-manfaat : Evaluasi ekonomi secara sistematik tentang manfaat dan biaya dari suatu keputusan yang diambil atau kegiatan yang direncanakan. Analisis ini dapat digunakan untuk studi optimasi dalam proteksi radiasi.

analysis, decision : analisis keputusan : Pendekatan secara logis dan sistematik dalam proses pengambilan keputusan dengan memperhatikan pertimbangan dan evaluasi para ahli.

analysis, deterministic : analisis deterministik : Metode untuk mengkaji kelakuan yang diperkirakan dalam sistem dengan menggunakan parameter, kejadian dan ciri yang nilainya ditentukan dan terdefinisi secara matematik.

analysis, event tree : analisis pohon   kejadian : Teknik analisis induktif yang diawali dengan hipotesis adanya peristiwa awal yang merambat sampai terjadinya peristiwa kegagalan sistem. Analisis ini dilengkapi dengan diagram alternatif kejadian.

analysis, fault tree : analisis pohon  kegagalan : Teknik analisis deduktif yang diawali dengan hipotesis adanya peristiwa kegagalan yang selanjutnya secara sistematik menimbulkan peristiwa atau kombinasi peristiwa yang bisa menyebabkan terjadinya kegagalan.

analysis, probabilistic : analisis probabilistik : Metode statistik untuk mengkaji kelakuan sistem berdasarkan parameter, kejadian atau ciri yang nilainya dinyatakan oleh distribusi statistik.

analysis, risk : analisis risiko : Analisis risiko pemanfaatan teknologi dengan cara mempertimbangkan peristiwa yang mungkin terjadi dan kebolehjadiannya berikut dengan potensial konsekuensi, distribusi konsekuensi pada populasi yang terkena, faktor waktu dan ketidakpastian perkiraannya.

analysis, safety : analisis keselamatan : Analisis potensi bahaya dari pelaksanaan kegiatan yang direncanakan.

analysis, sensitivity : analisis sensitivitas : Uji kuantitatif kelakuan sistem karena variasi nilai parameter yang berpengaruh, dan dapat dilakukan dengan dua cara:

(1)   variasi parameter, perubahan perilaku sistem terjadi akibat nilai satu atau lebih parameter masukan divariasi di sekitar nilai acuan atau nilai rerata,

(2)   analisis perturbasi, perubahan perilaku sistem akibat variasi semua nilai parameter diperoleh dengan cara analisis diferensial atau integral.

analysis, uncertainty : analisis ketidakpastian : Analisis untuk memperkirakan ketidakpastian dan kesalahan pada besaran yang digunakan atau diperoleh dari perhitungan penyelesaian masalah.

Anger camera : kamera Anger : Instrumen yang ditemukan oleh Hal Anger untuk merekam distribusi pemancar radiasi gamma di dalam tubuh, alat itu dapat mendeteksi radiasi yang datang pada muka kamera yang berdiameter 25 - 52,5 cm. Instrumen ini juga dikenal dengan nama kamera sintilasi atau kamera gamma.

angiography : angiografi : Perekaman transit zat dapat dicitrakan melalui pembuluh darah dengan pertolongan citra serial yang diambil dalam selang waktu yang amat berdekatan. Dalam radiologi, angiografi adalah visualisasi pembuluh darah setelah penyuntikan bahan kontras ke dalam aliran darah di dalam pembuluh arteri.

angioplasty : angioplasti : Rekonstruksi pembuluh darah.

angstrom, : angstrom, : Satuan panjang,         sama dengan 10-8 cm. Diturunkan dari nama      A.J. Angstrom, spektroskopis Swedia.

anhydrite : anhidrit : Mineral, misal CaSO4 terdehidrasi, yang umumnya terdapat dalam butiran atau massa kompak berwarna putih atau abu-abu.

anion : anion : Ion bermuatan negatif.

annealing (radiation) : aniling (radiasi) : Proses pemanasan dan pendinginan untuk mengurangi energi yang tersimpan (terperangkap) yang disebabkan oleh radiasi.

annihilation (electron) : anihilasi (elektron) : Interaksi antara elektron positif dan negatif yang menyebabkan keduanya hilang, energinya termasuk energi diam, dikonversikan menjadi radiasi elektromagnetik yang disebut radiasi anihilasi.

annihilation radiation : radiasi anihilasi : Radiasi elektromagnetik dengan energi sebesar 0,51 MeV  berasal dari interaksi anihilasi antara elektron dan positron.

annual dose equivalent limit : limit dosis ekivalen tahunan : Nilai dosis ekivalen tahunan yang tidak boleh terlampaui yang ditetapkan dalam sistem batasan dosis ICRP. Nilai ini merupakan limit bawah dari daerah dosis yang diperkenankan.

annual limit on intake (ALI) : limit tahunan penerimaan : Pemasukan radionuklida tertentu ke dalam tubuh manusia acuan yang selama satu tahun dapat menimbulkan penerimaan dosis terikat tahunan sama dengan limit yang ditetapkan.

annual severity of a natural event : tingkat keparahan tahunan bencana alam : Nilai rerata tingkat tahunan maksimun bencana alam yang diperkirakan.

annual throughput : lewatan tahunan : Jumlah tahunan bahan bakar baru yang dimasukkan untuk menggantikan bahan bakar bekas di dalam reaktor.

anomalous absorption : absorpsi anomali : Penyerapan plasma pada laser ringan dengan mekanisme kebalikan bremsstrahlung.

anticipated operational occurrences : kejadian operasional terantisipasi : Semua penyimpangan proses operasional dari keadaan normal yang diperkirakan terjadi satu kali atau beberapa kali sepanjang umur reaktor, sesuai dengan ketentuan desainnya, tidak akan menyebabkan keadaan kecelakaan atau kerusakan yang berarti terhadap peralatan keselamatan yang penting. Contoh dari penyimpangan proses operasional tersebut adalah kehilangan tenaga listrik, misal karena penyimpangan turbin, kesalahan fungsi dari masing-masing peralatan untuk operasi normal PLTN, kegagalan fungsi peralatan kontrol, kehilangan tenaga pada pompa pendingin utama.

anticline : antiklin : Istilah geologi yang menyatakan lipatan tanah yang menonjol ke atas dengan inti atau pusat tonjolannya merupakan batuan yang berumur lebih tua.

anticoincidence : antikoinsidensi : (Lihat coincidence.)

antimatter : antimateri : Antipartikel dari partikel inti biasa (neutron, proton, elektron, dan lain-lain), misal antihidrogen terdiri dari antiproton bermuatan negatif dengan satu positron orbital. Materi dan antimateri akan saling menganihilasi pada saat bertemu dan dikonversi menjadi energi. (Lihat matter.)

applicant : pemohon : Organisasi/instansi yang mengajukan permohonan untuk mendapatkan lisensi melakukan kegiatan khusus yang ada hubungannya dengan tapak, konstruksi, komisioning, operasi dan dekomisioning fasilitas nuklir yang mensyaratkan keselamatan tertentu dan atau instalasi nuklir, misal reaktor nuklir.

approach to criticality : pendekatan kritikalitas : Proses pengangkatan absorber neutron dari dan/atau pemasukan bahan bakar, moderator atau reflektor ke dalam reaktor secara kontinu atau bertahap yang menyebabkan nilai faktor multiplikasi efektif mendekati satu dan nilai multipli-kasi subkritis mendekati infinit. Setiap perubahan dilakukan pencatatan nilai multiplikasi subkritis terhadap parameter yang mempengaruhinya. Dengan mengekstrapolasi nilai multiplikasi subkritis ke nilai infinit, kondisi kritis dapat diramal dan didekati dengan aman.

approval : persetujuan : Persetujuan formal terhadap suatu proposal dari instansi berwenang.

approved medical practitioner : praktisi medik berizin : Petugas medik yang berwenang melakukan pemeriksaan medik pada pekerja yang diakui oleh instansi berwenang.

aquifer : akuifer : Formasi lapisan batuan pembawa air di bawah permukaan bumi yang merupakan sumber pasokan air untuk sumur atau mata-air.

aqueous homogeneous reactor : reaktor homogen cair : Reaktor nuklir dengan bahan bakar berbentuk cair yang bersifat homogen.

area density : densitas area : (Lihat mass per unit area.)

area survey : survai area : (Lihat survey, area.)

area, arid : area gersang : Daerah gersang yang curah hujannya kurang dari jumlah air yang menguap. Daerah seperti ini cocok untuk tempat penyimpanan limbah.

area, control : area kendali :

(1)   daerah kerja radiasi yang memerlukan tindakan proteksi radiasi untuk pengawasan paparan radiasi atau mencegah terjadinya kontaminasi zat radioaktif pada kondisi kerja normal,

(2)   daerah kerja radiasi dengan ketentuan keselamatan dan proteksi radiasi yang diberlakukan untuk mencegah atau mengurangi potensi paparan atau kontaminasi.

area, exclusion : area eksklusi : Daerah yang terdapat di sekitar instalasi nuklir atau sumber radiasi yang terlarang dimasuki oleh orang yang tak berkepentingan.

area, off-site : area lepas-kawasan : Daerah yang berada di luar kawasan instalasi nuklir atau kewenangan penguasa instalasi nuklir.

argillaceous : berlempung : Keadaan batuan atau bahan yang komposisinya sebagian besar terdiri dari tanah liat.

artifact : artifak : Bangun atau ciri palsu dalam citra atau data yang terbentuk oleh teknik atau peralatan pencitraan, bukan oleh obyek yang dicitrakan.

ash : debu : Residu hasil pembakaran limbah. (Lihat incineration.)

aspect ratio, fusion : rasio aspek fusi : Rasio antara radius mayor dan minor suatu plasma dalam piranti penyungkup toroidal.

assembly, fuel : perangkat bahan bakar : (Lihat fuel assembly.)

assessment, performance : kajian unjuk kerja : Analisis untuk perkiraan unjuk kerja sistem atau sub-sistem yang hasilnya dibandingkan dengan standar atau kriteria yang sesuai. Pada penyimpanan limbah, kajian ini menjadi kajian keselamatan bila diberlakukan pada seluruh sistem penyimpanan dan ukuran unjuk kerjanya adalah dampak radiologi lingkungan.

assessment, safety : kajian keselamatan : Analisis untuk perkiraan unjuk kerja seluruh sistem dan dampak yang ditimbulkannya. (Lihat assessment, performance.)

asymptotic flux density : densitas fluks asimtotik : (Lihat flux density, asymptotic.)

atom : atom : Satuan materi terdiri dari satu inti dikelilingi  elektron yang jumlahnya sama dengan jumlah proton di dalam inti.

atom smasher : smeser atom : Pemercepat atom seketika dengan kecepatan tinggi dalam akselerator.

atomic battery : baterai atom : Baterai dengan sumber radioisotop. (Lihat SNAP.)

atomic bomb : bom atom : Bom yang energinya berasal dari fisi unsur berat, misal uranium dan plutonium. (Lihat hydrogen bomb.)

atomic clock : jam atom : Piranti yang menggunakan vibrasi sangat cepat dari molekul atau inti atom untuk mengukur waktu. Vibrasi ini bersifat konstan terhadap waktu, oleh karena itu interval yang sangat pendek dapat diukur dengan presisi yang sangat tinggi dibandingkan dengan jam mekanik atau elektrik. (Lihat dating, radioactive.)

atomic cloud : awan atom : Awan yang terdiri atas gas panas, asap, debu, dan materi lain yang terbawa setelah terjadi ledakan senjata nuklir di udara atau dekat permukaan bumi. Awan ini biasanya berbentuk seperti jamur. (Lihat fireball.)

atomic energy : energi atom : Energi nuklir.

Atomic Energy Commission (AEC) : Komisi Energi Atom (AEC) : Badan sipil independen dari pemerintah federal Amerika Serikat yang bertanggung jawab tentang masalah energi atom. Juga badan yang terdiri dari lima orang yang ditunjuk oleh Presiden, untuk mengarahkan   komisi tersebut. Badan ini telah diubah menjadi United State   Nuclear Regulatory Commission (US-NRC) dan United State Department of Energy (US-DOE).

atomic fluorescence : fluoresensi atom : Emisi    sinar-X karakteristik akibat efek fotolistrik, yaitu elektron yang dikeluarkan oleh atom digantikan oleh elektron dari orbital yang lebih luar, disertai emisi  sinar-X dari kulit K, L, dan seterusnya (hasil fluoresensi makin tinggi apabila nomor atomnya makin besar). (Lihat Auger effect.)

atomic mass number, A : nomor massa atom, A : Bilangan yang menyatakan jumlah proton, yang dilambangkan dengan huruf Z, dan jumlah neutron yang dilambangkan dengan huruf N, dalam inti atom.

atomic mass unit : satuan massa atom : Satuan   massa sebesar 1/12 massa atom karbon-12; 1 satuan massa atom = 1,6605 x 10-27 kg; massa elektron     = 0,00055 amu; massa proton = 1,00727 amu; massa neutron = 1,00866 amu.

atomic number, Z : nomor atom, Z : Jumlah proton yang terdapat dalam inti atom.

atomic reactor : reaktor atom : (Lihat nuclear reactor.)

atomic weapon : senjata atom : Senjata peledak yang energinya berasal dari fisi atau fusi inti.

atomic weight : massa relatif atom : Massa atom relatif terhadap atom karbon-12.

attenuation : atenuasi : Pengurangan kuantitas radiasi pada saat radiasi menembus materi akibat interaksi antara radiasi dengan materi tersebut.

attenuation coefficient : koefisien atenuasi : Koefisien atenuasi materi adalah fraksi berkas radiasi yang diserap pada saat radiasi menembus materi setebal Dx. Koefisien atenuasi adalah fungsi dari energi radiasi, disebut koefisien atenuasi linear, massa, molar, atau atom, bila Dx dinyatakan dengan satuan panjang, massa, mole atau atom per satuan luas berturut-turut.

attenuation factor : faktor atenuasi : Faktor pengurangan kuantitas radiasi suatu materi.

attenuation, geometric : atenuasi geometrik : Pengurangan kuantitas radiasi disebabkan oleh efek jarak dan geometri sumber radiasi, misal hukum kuadrat-terbalik untuk sumber titik.

audit : audit : Kegiatan yang dilakukan untuk menentukan dipatuhinya prosedur yang baku, instruksi, spesifikasi, kode, standar, administrasi atau program operasi yang dilakukan dengan pemeriksaan dokumen.

Auger effect : efek Auger : Transisi nonradiatif yang terjadi dalam atom, terutama atom dengan nomor  atom rendah, sebagai akibat efek fotolistrik karena transisi nonradiatif elektron ke tingkat energi yang lebih rendah. (Lihat atomic, fluorescence.)

Auger electron : elektron Auger : Elektron cepat yang dikeluarkan akibat interaksi antara sinar-X dengan elektron orbital (valensi). (Lihat Auger effect.)

augmentation distance : jarak augmentasi : (Lihat extrapolated distance.)

authorization : autorisasi : Izin tertulis yang diberikan oleh instansi yang berwenang untuk pelaksanaan kegiatan khusus, misal yang berkaitan dengan zat radioaktif dan atau bahan nuklir.

autofluoroscope : autofluoroskop : Kamera yang terdiri dari mosaik 294 kristal yang disusun segi empat 14 baris 21 lajur, dengan luaran langsung dihubungkan ke memori komputer, data disimpan dan diperoleh kembali dalam bentuk digital.

autonomous nodule : nodul autonom : Nodul tiroid (benjolan pada kelenjar gondok) yang fungsinya tidak dipengaruhi oleh hormon perangsang tiroid.

autoradiograph : autoradiograf : Rekaman fotografik radiasi zat radioaktif yang terdapat dalam obyek, diperoleh dengan cara meletakkan obyek tersebut dekat pada film atau emulsi fotografik. Proses ini disebut autoradiografi dan digunakan, misal untuk mengetahui lokasi atom radioaktif atau perunut radioaktif dalam sampel logam atau sampel biologi. (Lihat radiography.)

autoradiography : autoradiografi : Perekaman distribusi posisi sumber radiasi dalam materi yang dibuat dengan meletakkan materi tersebut dekat pada sistem perekam gambar.

availability factor : faktor ketersediaan : Fraksi waktu pada saat instalasi dapat menghasilkan daya.

axial peaking factor : faktor puncak aksial : Rasio densitas daya lokal maksimum arah aksial terhadap densitas daya rerata dalam reaktor nuklir.

Halaman Muka