Sehubungan dengan kendala teknis di panselnas, batas akhir pendaftaran diperpanjang hingga waktu yang ditentukan oleh kementerian PAN&RB, klik di sini !   |   Penelitian dan Pengelolaan Perangkat Nuklir, PSTA - BATAN Yogyakarta, 9 September 2014, info lengkap klik di sini Template penulisan makalah P3N 2014!   |   SEMINAR NASIONAL X SDM TEKNOLOGI NUKLIR, 10 September 2014 Tema: UPAYA MENINGKATKAN DERAJAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN, info lengkap klik di sini Template penulisan makalah!   |   Seminar Nasional Teknologi dan Aplikasi Reaktor Nuklir, Serpong 24 September 2014, info lengkap klik di sini!   |   Seminar Nasional & Workshop Teknologi Pengelolaan Limbah XII, Serpong, 30 September - 01 Oktober 2014, info lengkap klik di sini!   |   Pertemuan Ilmiah Tahunan Radioisotop, Radiofarmaka, Siklotron dan Kedokteran Nuklir 2014, Semarang, 10 Oktober 2014, info lengkap klik di sini!   |   International Scientific Week on Science and Technology on Advanced Materials 2014 : 12 - 17 October 2014, info lengkap klik di sini!   |   Seminar Nasional Teknologi dan Aplikasi Akselerator 2014, PSTA - BATAN Yogyakarta, 14 Oktober 2014, info lengkap klik di sini download Template penulisan makalah Seminar Nasional Teknologi dan Aplikasi Akselerator 2014.   |   Seminar Nasional Geologi Nuklir dan Sumber Daya Tambang Tahun 2014, Jakarta 12 November 2014, info lengkap klik di sini Template download!   |   Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Fungsional Pengembangan Teknologi Nuklir IX, Jakarta 5 November 2014, info lengkap klik di sini!

Bandung, 29/08/2014. Dalam rangka peningkatan pemahaman akan prinsip optimasi dalam proteksi radiasi serta penerapan metodologi untuk kajian keselamatan dalam pengelolaan limbah radioaktif, maka BAPETEN bekerja sama dengan badan pengawas nuklir internasional, IAEA, menyelenggarakan workshop berskala nasional. Workshop dengan tema “Application of IAEA Methodology and Tools for the Safety Case and Safety Assesment of Dismantled Reactor Components at Bandung Research Reactor” diselenggarakan pada tanggal 25 – 29 Agustus 2014 bertempat di hotel Santika, Bandung.

(Jakarta, 29 Agustus 2014). BATAN kembali memberikan beasiswa kepada 24 siswa dari 7 kabupaten/kota di wilayah Prov. Kepulauan Bangka Belitung. Mereka adalah putra-putri terbaik yang lolos seleksi program beasiswa preservasi iptek nuklir tahun 2014 yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yaitu:

(Jakarta, 29 Agustus 2014). Hasil studi tapak dan non tapak di Bangka Barat dan Bangka Selatan menunjukkan bahwa kedua lokasi tersebut memenuhi kriteria keberterimaan tapak sehingga layak untuk dibangun PLTN. “Secara teknis, di Bangka Barat dan Bangka Selatan dari sisi keselamatan memenuhi syarat untuk dibangunnya PLTN. Hal ini telah kami rekomendasikan kepada Presiden terpilih. Semoga dapat menjadi pertimbangan beliau dalam memenuhi kebutuhan energi nasional”, ungkap Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, dalam sambutannya malam ini pada Focus Group Discussion, Sosialisasi Studi Tapak dan Studi Kelayakan di Prov. Kep. Bangka Belitung.

(Yogyakarta, 27 Agustus 2014). Auditorium Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) Yogyakarta seolah menjadi saksi bisu terhadap 68 wisudawan yang pada hari itu diwisuda oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir (BATAN), Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto dan Ketua STTN, Dr. Sutomo Budiharjo. Prosesi wisuda yang dihadiri oleh Dewan Senat, Dosen, pejabat tinggi BATAN, BAPETEN dan juga orang tua wisudawan berlangsung dengan hikmat, tertib dan cenderung mendatangkan rasa haru.

(Yogyakarta, 27 Agustus 2014). Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) kembali menelurkan siswa-siswa yang siap bekerja di industri nuklir. Menurut Ketua STTN, Sutomo Budiharjo kemarin pagi dalam sambutannya pada acara Wisuda Sarjana Sains Terapan STTN BATAN 2014, jumlah wisudawan yang diwisuda hari ini adalah 68 orang, terdiri dari 20 orang Program Studi Teknokimia Nuklir, 24 orang Program Studi Elektronika Instrumentasi, dan 24 orang Program Studi Elektromekanika. Perolehan prestasi tertinggi diraih oleh mahasiswa Program Studi Teknokimia Nuklir, Mia Lestari Ayuningtyas dengan IPK mencapai 3,79.